SPORT & ENTERTAINTMENT
Movie Review

American Christmas Carol

MOVIE-REVIEW

 

Judul           : It’s A Wonderful Life

Pemeran      : James Stewart, Donna Reed, Lionel Barrymore, Henry Travers

Sutradara    : Frank Capra

Distributor   : RKO Radio Pictures

Tahun          : 1946

 

Natal selalu berkaitan erat dengan kisah-kisah inspiratif dan menyentuh, terutama jika seputar keluarga. It’s A Wonderful Life (1946) adalah salah satu kisah sederhana namun mampu berpengaruh besar, terlebih bagi publik Amerika Serikat di mana film lawas ini pertama dirilis. Begitu besar pengaruhnya, hingga film ini dijadikan tontonan wajib di malam Natal. Kisah It’s A Wonderful Life (1946) memiliki kemiripan dengan Christmas Carol karya Charles Dickens yang fenomenal.

Alkisah George Bailey, seorang pengusaha dari Bedford Falls, sedang mengalami keterpurukan karena bisnis keluarganya berada di ambang kebangkrutan. Ia nyaris bunuh diri, namun kemudian diselamatkan oleh seorang malaikat bernama Clarence Odbody. Sebelumnya, Clarence telah diberi kilasan mengenai masa lalu George Bailey, tentang bagaimana George menyelamatkan saudaranya saat hampir hanyut terseret sungai yang kemudian menyebabkan ia harus kehilangan pendengaran pada salah satu telinganya atau ketika ia mengingatkan majikan apotik tempatnya bekerja, saat secara tak sengaja memasukkan racun ke dalam salah satu racikan obat untuk pasiennya. Clarence sendiri ditugaskan untuk menyelamatkan hidup George, dengan imbalan berupa sayap malaikat.

George yang begitu putus asa, kemudian diajak Clarence untuk melihat bagaimana keadaan Bedford Falls jika ia tidak pernah dilahirkan. Kota tersebut berubah drastis, seluruh area telah dikuasai Henry Potter, bankir saingannya yang menjalankan bisnis dengan cara licik. Sementara George Bailey menjalankan usaha bank dengan cara yang ramah terhadap warga, bahkan tidak membatasi pelunasan utang para nasabahnya, karena ia ingin mereka pun bisa sukses. Namun di tangan Potter, seluruh usaha warga dirampas dan disulap menjadi miliknya. Orang-orang yang dekat dengan George pun menjalani kehidupan yang berbeda. Bahkan Mary, istrinya, ternyata tidak pernah menikah dan hidup dalam kesendirian.

George yang begitu bingung dengan keadaan tersebut, kemudian berdoa agar keadaan kembali seperti semula. Doanya terkabul, ia pun langsung kembali ke rumah, menemui istri dan anak-anaknya dengan gembira. Seakan melengkapi kegembiraannya, seluruh warga Bedford Falls datang dan memberinya bantuan uang untuk menghidupkan kembali usahanya. Bantuan tersebut sekaligus sebagai balas jasa terhadap apa yang telah dilakukan George Bailey terhadap mereka.

It’s A Wonderful Life (1946) tidak begitu mengilap di tangga Box Office pada tahun rilisnya, namun film ini mendapatkan ulasan positif dari berbagai media. Film ini berhasil mendapat enam nominasi di 19th Academy Awards namun hanya menang di kategori Technical Achievement Award, di mana film ini membuat inovasi dalam menciptakan efek visual di bidang sinematografi. Film karya Frank Chapra ini pun berada di posisi 11 dalam daftar 100 Best American Movies versi American Film Institute. Seiring waktu, It’s A Wonderful Life (1946) menjadi bagian dari tradisi Natal keluarga Amerika, yang memiliki pesan kekeluargaan serta moral yang tinggi hingga sekarang.

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png