Bisnis Online

Cinta dalam Internet Marketing

BOC

Pasangan saya, 14 tahun jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sebuah kabupaten di Jawa Timur dan tahun 2013 kemarin berhenti. Banyak saudara dan para sahabat kami yang sayangkan keputusan tidak populer itu.

Alasannya apa? Dari berbagai motif, pasangan saya memilih mencari surga, mengikut saya (suami) ke Bali. Salut dan angkat topi buat pasangan saya!

Beberapa bulan setelah meninggalkan posisi PNS, pasangan saya berbisnis warung dan tidak butuh waktu lama untuk sukses. Sukses bangkrut! Selanjutnya coba cari bisnis lain, terpikir untuk bisnis katering. Namun, pasangan saya sudah deklarasi bahwa dia bukanlah marketer. Dia terbiasa kerja dan diperintah. Jadi kalau melakukan sales marketing katering, dia tidak bisa bicara. Tidak bisa memulai percakapan.

Internet Untuk Penyandang ‘Disabilitas’ Marketing

Saya seorang webmaster, punya perusahaan website. Saya berusaha membantu pasangan dengan menciptakan website katering. Saya bermaksud mencarikan pola marketing lain di mana pasangan tidak harus cuap-cuap jualan. Pasangan hanya duduk manis dan membalas pertanyaan calon pelanggan. Nah, internet marketing adalah cara yang tepat! Internet akan membuat orang yang kurang pandai memulai pembicaraan, kurang bisa marketing tapi masih bisa bisnis!

Satu bulan sebelum warung bangkrut, saya sudah memotret masakan-masakan yang dia buat. Website saya buat dan akhirnya online dengan menuliskan terlebih dahulu profil masakan, mencantumkan gambar, dan proposal penawarannya di cateringmurahbali.com. Saya suka menulis, suka website, dan suka digital marketing.

Jadi terdepan di Google

Pasangan saya adalah cinta, yang jadi bumbu penyedap, dan bahan bakar untuk berkarya. Berusaha untuk total, saya ciptakan Fanpage Catering Kita Bali, buatkan Google+ Page Catering Kita Bali, buatkan instagram @cateringkita, buatkan Youtube Channel, dan memastikan alamat usahanya nongol di Google Maps.

Konten di semua media sosial saya update berkala dengan foto-foto masakan warung yang dulu pernah terbuat. Tidak lama, pesanan katering dari online datang. Setelah acara katering selesai, saya selalu minta foto-foto acara dan kegiatan katering, nama pelanggan dan tema acaranya. Data tersebut kemudian saya jadikan tulisan dan update di website serta di semua media sosial. Saya terus-menerus update, dan hal ini membuat Google suka.

Di Google, kata kunci (keywords) catering di Bali, catering halal Bali, catering di Denpasar, nasi tumpeng Bali, nasi kotak di Bali, jadi tugas saya adalah memastikan website pasangan nongol di sana. Tidak lupa, beri nomor HP di meta title agar calon pelanggan bisa langsung menelpon. Pengunjung website mayoritas tidak browsing. Sukanya telpon dan mengirim pesan WA, menanyakan hal yang telah tertulis di website. Ya siapkan sabar saja.

Setelah konsisten update di website dan media sosial, maka teman-teman dan masyarakat lambat laun akan tahu. Penerapan digital marketing akan jadi viral dan menyebar. Biaya marketing akan murah, mudah dan meriah melalui internet. Internet mampu mengubah seorang pendiam, yang takut menghadapi orang, takut bicara, takut jualan, eh ternyata bisa bisnis.

Jika menemui pasangan yang tipikal pekerja, kurang mampu komunikasi dalam hal marketing, segera menulis dan upload ke internet untuk berjualan tanpa tatap muka. Biarkan data yang menjadi wakil kita dalam berbisnis.

Dengan cinta, semua hal yang tampak tidak mungkin akan terlihat mungkin. Curahan cinta akan jadi bahan bakar berkarya tanpa ada batasnya. Dengan cinta, kerjaan jadi mudah dan tidak ada rasa lelah! Lakukan itu untuk pasangan Anda.

Itulah keterlibatan cinta dalam kehidupan ini. Semoga bisnisnya mampu membuat pasangan (istri) mandiri, dan selalu tegak berdiri bila saya sudah tiba waktunya, tiada.

 

Oleh Hendra W Saputro (BOC Indonesia)

@idboc | www.boc.co.id

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png