The Interview

HAPPY SALMA

happy-new-2 happy-new-3 happy-new-111 unnamed-(1) unnamed

Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan local treasure?

Kekayaan lokal adalah bagian dari identitas kita. Sebelum nasional dan internasional, pasti orang melewati fase lahir dari lokal. Kekayaan lokal itu terserap  dalam diri menjadi identitas kita. Di mana pun berada, kita pasti mempunyai identitas asal. Sebagai contoh, saya kan orang Sunda ya? Meskipun besar di Jakarta dan sekarang tinggal di Bali, tetapi local genuine dan kekayaan lokal saya sebagai orang Sunda tidak akan pernah hilang.

Beberapa orang berpendapat jika kekayaan lokal ini kan banyak macamnya, dari budaya, bahasa, makanan, bahkan hingga destinasi wisata. Mana yang paling menarik perhatian Anda?

Semuanya menarik karena segala hal yang termasuk kekayaan lokal itu tentunya juga memperkaya kita. Begini, budaya yang ada pasti mempunyai refleksi pada diri kita, entah itu kebiasaan setiap orangnya, makanan khasnya, atau tempatnya. Meskipun ada hal baru dari sana, tetapi kita akan lebih mudah menerimanya. Itu semua menarik,

Lalu sebagai pemain teater, setujukan Anda jika cerita-cerita rakyat merupakan bagian dari local treasure yang harus tetap dilestarikan melalui pementasan?

Iya betul. Local treasure tidak hanya apa yang dilihat atau apa yang dimakan, tetapi juga apa yang menyerap di dalam pembentukan karakter kita dari budayanya, termasuk dari seni pertunjukannya.

Dalam beberapa bulan ke depan, saya sedang mempersiapkan satu film yang sangat mengangkat refleksi dari budaya dan kekuatan lokal yang ada di Indonesia. Itu yang membuat saya sebagai orang Indonesia menjadi lebih kaya lagi, lebih tahu budaya bangsa.

Kalau kaitannya dengan penggunaan produk-produk lokal, menurut Anda bagaimana cara membudayakan cinta produk dalam negeri?

Coba bayangkan, ada berapa juta manusia di Indonesia? Kalau kita memakai dan menggunakan produk dalam negeri, nanti uang atau pajaknya akan kembali pada kita juga. Pajak yang dibayarkan produsen barang lokal nantinya akan digunakan oleh pemerintah untuk membangun fasilitas dan infrastruktur di Indonesia.

Bukan berarti kita anti terhadap produk luar negeri ya, tetapi alangkah baiknya jika kita berdikari sendiri dengan mengonsumsi makanan lokal dan menggunakan barang lokal. Produk lokal juga tidak kalah bagus kok. Sekarang banyak juga produk-produk lokal yang mengikuti standar internasional. Kita bisa mulai dari memilih produk lokal untuk keperluan sehari-hari, seperti baju, sepatu, kain.

Cinta produk dalam negeri termasuk wujud dari cinta tanah air. Bagaimana tanggapan Anda dengan pernyataan tersebut?

Ya, tentu saja. Alangkah baiknya jika cinta produk dalam negeri bukan hanya sebagai slogan saja tetapi juga bisa menjadi bagian dari hidup kita. Kalau itu sudah disadari dan menjadi pilihan atau kepribadian dari masyarakat termasuk generasi mudanya, Indonesia pasti akan menjadi negeri yang sangat hebat.

Anda kan juga membangun bisnis perhiasan (Tulola Jewelry-red) yang desainnya kebanyakan mencirikan Indonesia. Mengapa demikian?

Saya berpartner dengan sahabat saya bernama Dewa Sri. Kita sendiri memang selalu ingin mengutamakan motif-motif Indonesia yang sangat luar biasa. Dari yang sudah ada, kita inovasikan. Subeng misalnya, yang dulu biasanya hanya dipakai untuk upacara adat atau acara besar, kini diinovasikan agar bisa dipakai sehari-hari. Itu bentuk kepedulian kita untuk melestarikan kekayaan tanah air. Bukan hanya menggunakannya, tetapi juga merawatnya dengan terus-menerus menjadikan barang itu ada dan bisa digunakan oleh sebanyak-banyaknya orang.

Sebagai pengusaha barang lokal, sebelum ini adakah persiapan khusus menghadapi MEA  yang kini sudah mulai berlaku?

Sebetulnya ada dan tidak adanya MEA, memang sudah menjadi target kita dalam berbisnis untuk menguatkan SDM. Daya saing yang semakin tinggi memacu kita untuk lebih berkembang dan menciptakan karya yang kualitasnya lebih bagus lagi.

Adakah pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca mengenai hal yang berkaitan dengan produksi atau penggunaan produk-produk lokal?

Pasti sekarang sudah banyak yang menyadari jika produk lokal tidak kalah dengan produk luar negeri. Memang ada yang beranggapan bahwa kualitas produk lokal itu masih belum konsisten, dalam artian kadang bagus, kadang tidak. Meskipun demikian, saya yakin semakin lama produsen-produsen barang lokal akan semakin konsisten menjaga bahkan meningkatkan kualitas produk-produknya. Siapapun tidak perlu ragu atau khawatir lagi untuk membeli produk lokal. Semakin banyak produk lokal yang diminati bahkan menembus pasar luar negeri dengan standardisasi yang cukup ketat terhadap barang-barang yang masuk ke negaranya. Ya, ingat saja kalau kita membeli produk lokal, kembalinya akan ke negara kita sendiri tempat kita tinggal.

Adakah kata yang menurut Anda dapat mendeskripsikan diri Anda?

Full of life, full of energy.

Apakah Anda mempunyai kutipan favorit?

“Habis gelap terbitlah terang.” Ada lagi satu kutipan yang pernah saya baca dari sastrawan perempuan Indonesia bernama NH Dini. Ia pernah berkata begini, di dalam buku karyanya; “Bersahajalah kamu seperti bumi. Walau kau injak, kau ludahi sekalipun, ia tetap memberi kehidupan.”

 

Fast Questions

Family? My life

Love? Everything

Music? My mood

Movie? My energy

Theater? My passion

Social media? Hiburan

Style? Karakter

Local treasure? Identity

Indonesia? My blood

Bali? My home

 

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png