The Interview

Julia Perez

jp jp2 jp3

Photo: Alexander Raditya

Venue: Single Malt Bali

 

INDEPENDENT WOMAN

Apa kesibukan Anda akhir-akhir ini?

Well, now I’m living my life, doing something what God already gave me; a miracle. I’ve been through a lot of things in my life from 2013 to 2015. Tahun ini saya seperti mendapat a blessing, dan saya harus tetap berjuang. Pada tahun-tahun sebelumnya I got my lessons already, and I’m survived.

Sehubungan dengan perayaan hari Kartini pada bulan April ini. Bagi Anda, seperti apa definisi dari Kartini modern?

Kartini modern  adalah wanita yang bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Sebelum membahagiakan orang lain, yang pertama ya keluarga dulu. Keluarga ibarat tiang. Jika tiang itu kokoh, artinya kita bisa menyenangkan banyak orang. Sebaliknya, jika tiang kita rapuh, I don’t think that we can please anyone.

Seperti apa seharusnya peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari?

Karena saya hampir sembilan tahun di Eropa, ya wajar saja kalau pola berpikir saya dipengaruhi juga oleh pola berpikir wanita Eropa. Meskipun demikian, tetap saya combine dengan pola berpikir atau adat yang ada di Indonesia.

Bagi saya, wanita independen itu ya wanita yang bisa bekerja. Kalau wanita tidak bekerja dan menggantungkan hidup sepenuhnya pada laki-laki sebagai pasangannya ya itu nanti akan jomplang, tidak seimbang. Saya yakin setiap lelaki membutuhkan wanita yang bisa meyakinkannya “Okay, we’re gonna go through this together.” Di sini saya bicara tentang wanita yang sudah bersuami ya. Wanita independen itu wanita yang tidak menyusahkan partnernya. They know how to live their lives.

Pembahasan mengenai Kartini kan tidak terlepas dengan pembahasan tentang emansipasi wanita. Menurut Anda, sudahkah semboyan emansipasi wanita itu sejalan keadaan masyarakat Indonesia sendiri?

Ya, nggak bisa juga. Di Indonesia, kan berat jika kita membicarakan tentang emansipasi. Kebanyakan orang beranggapan jika emansipasi berarti wanita harus berarti di atas laki-laki. Padahal bukan seperti itu. Menurut saya yang namanya emansipasi adalah bagaimana perempuan bisa keluar dari kultur kita yang menempatkan perempuan ujung-ujungnya akan berada di dapur saja. Sebuah budaya patriarki yang kental.

Lalu, apa yang dimaksud dengan emansipasi wanita?

Emansipasi itu, di mana wanita juga berhak untuk mendapat edukasi yang setinggi mungkin, bekerja sesuai dengan yang diinginkan, dan hidup selayaknya seperti yang ada di kultur masing-masing. Silakan bebas, tetapi terbatas atau tahu batasan.

Kadang ada bagusnya juga batasan yang diterapkan itu. Kenapa? Dengan batasan-batasan yang kita kenal, maka kita tidak jadi kebablasan.

Dari skala 1-10, seberapa penting menjadi wanita independen?

Itu sangat penting. Nilainya ada di skala sepuluh.

Saya beri contoh ya, misalnya diri saya sendiri. Apa sih yang tidak saya miliki dalam hidup ini? Saya mempunyai ketenaran, kecantikan, uang juga ada. Apa sih yang tidak mungkin saya lakukan? Meskipun demikian, tetap saja kan saya pernah mengalami kegagalan. Saya ditinggalkan oleh orang yang saya cintai. Nah, jika saya tidak tahu caranya mandiri, saya pasti akan terpuruk dalam kebingungan. Selanjutnya mau berbuat apa coba? Awal-awal pasti sangat sedih, tetapi saya harus menjadi wanita independen. Jadi ya menderitanya itu ada batasannya. Saat terjatuh ya tahu kapan harus move on. Life must go on.

Apa yang menjadi pegangan Anda untuk tetap menjadi wanita independen hingga sekarang?

Tentu saja keluarga. Memang, hidup itu butuh uang tetapi uang bukan untuk hidup. Saya menjalankan itu. Uang mungkin saja segalanya, tetapi segalanya itu bukan uang. Dalam hidup, kuta harus smart. Kita harus bisa menikmati hidup ini dengan baik dan seimbang. Saya bekerja, tetapi saya tetap mempunyai waktu liburan dengan keluarga juga. Yang akan mereka ingat bukanlah pekerjaan saya, tetapi memori dan momen-momen kebersamaan dengan saya.

Lalu apa harapan Anda untuk tahun 2016 ini?

Saya hanya ingin membahagiakan keluarga saya saja. Sewaktu kemarin saya disembuhkan dari sakit, saya sangat bersyukur. Saya ingin mendapat kesempatan hidup dari Tuhan untuk membahagiakan keluarga saya.

Adakah pesan yang ingin disampaikan ke pembaca kita, terutama pembaca wanita?

Para wanita harus reality check saja. Dalam hidup, tentu harus ada cinta. Tujuan hidup kita bisa jadi agar kita dihargai, bahwa kita exist. Girls, you have to think twice before you do anything. Segala sesuatu harus dipikirkan baik-baik. Be wise dengan keputusan yang dipilih.

Seperti apa Anda mendeskripsikan diri Anda?

Smart, funny, penyayang, pemaaf, dan pekerja keras.

Apa kutipan favorit Anda?

Ada satu kutipan yang sedang sangat saya sukai; “Kesetiaan itu mahal harganya, maka tidak bisa dilakukan oleh orang yang murahan.”

***

 

Fast Questions?

Music? Love it

Movie? My world

Book? Knowledge

Love? Purity

Family? Everything

Social media? Part of my life

Career? Important

Woman? Independen seperti Ratu Kalinyamat

Style? Easy going

Bali? Oh yes!

 

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png