The Interview

NADIA VEGA, THE WOMEN: POWER OF CHANGE

Apa kesibukan Anda sekarang?

Aku masih sibuk jadi DJ dan sedang menggarap mini album. Baru-baru ini, aku dan tim sudah selesai syuting untuk single terbaru berjudul Mentari yang merupakan bagian dari mini album Ethereal. Aku juga sedang membangun bisnis kecil. Kalau untuk proyek animasinya sedang berhenti, kalau ada project yang bisa aku ambil baru nanti aku jalan.

Anda mengawali karir sebagai pemeran film di layar kaca, kemudian Anda juga sempat meluncurkan beberapa album, apa yang membuat Anda pada akhirnya mempertimbangkan karir lain sebagai animator dan DJ?

Kalau pertimbangan jadi animator sih awalnya karena aku suka komputer dan sempat kuliah graphic design. Melihat desain grafis itu berkembang, aku juga pengin belajar gambar bergerak, kemudian aku ambil kuliah lagu jurusan animasi. Sampai sekarang pun aku masih cinta dengan dunia animasi. Hanya saja, aku minta ijin untuk tahun ini, aku nggak akan terlalu banyak kerja jadi animator.

Dua tahun lalu, kecintaanku untuk musik mulai muncul lagi, kemudian aku menyanyi lagi, mulai nge-DJ juga meski belum terlalu serius sampai menciptakan album. Kalau sekarang, aku pengin serius di musik, pengin menghasilkan suatu karya, makanya sekarang aku menggarap mini album yang rencananya keluar juga tahun ini.

Kembali ke dunia animasi. Dulu, masih tidak banyak wanita yang mempertimbangkan karir sebagai animator. Menurut Anda, apakah hal tersebut masih berlaku hingga kini atau telah ada perubahan?

Sekarang sudah banyak sekali yang berubah. Dulu, waktu zamannya aku kuliah, jurusan animasi di Indonesia itu belum banyak ditawarkan oleh perguruan tinggi. Itulah kenapa aku akhirnya memutuskan untuk lanjut kuliah di Australia. Kalau sekarang, jurusan itu sudah banyak ditawarkan di Jakarta bahkan Yogyakarta. Hal itu tentu akan memfasilitasi calon animator-animator muda wanita juga.

Bagaimana rasanya bekerja dengan para animator yang sebelumnya telah terlibat dalam proyek film-film besar skala Hollywood?

Stres juga karena mereka sangat perfeksionis. Misal kita mau produksi animasi dengan durasi 15 menit saja, waktu pengerjaannya bisa sangat lama. Sekarang ini ada proyek mereka yang sedang jalan yang rencananya akan dikerjakan selama tiga tahun, tapi barangkali akhir tahun ini aku baru bisa join lagi.

Mana yang lebih Anda nikmati, berkarir sebagai pemeran film, penyanyi, animator, atau DJ?

Aku suka semua bidang tersebut karena masing-masing juga berhubungan dengan dunia seni. Kalau disuruh memilih, ya belum bisa. Yang bisa aku lakukan adalah fokus menjalani satu bidang dulu. Dua-tiga tahun lalu fokus di animasi, sekarang fokus di musik.  Meski begitu, kecintaan aku pada dunia seni peran dan akting itu nggak akan pernah pudar.

Ada pendapat mengatakan bahwa wanita adalah sumber kekuatan dari sebuah perubahan. The women are the power of change. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut?

Dulu, ibu Kartini memperjuangkan kebebasan perempuan agar setara dengan kaum lelaki. Dulu mungkin masa di mana perempuan yang sudah menikah kemudian hanya akan mengurus suami dan keluarganya di rumah. Sekarang sudah zamannya perempuan bisa terus berkarya dan jadi modern woman. Tapi, bukan berarti kita menjadi seenaknya dan nggak mengurus rumah tangga.

Antara terus berkarya dan mengurus rumah tangga. Menurut Anda, mana yang lebih penting? Bagaimana cara menyeimbangkan keduanya?

Mengurus keluarga pasti nomor satu. Untuk menyeimbangkan antara keluarga dan pekerjaan, ya dengan menjaga komunikasi dengan keluarga. Mereka mau aku bagaimana, aku mau mereka bagaimana. Kalau bisa, keduanya sejalan. Beruntungnya, aku mempunyai keluarga dan suami yang membebaskan aku untuk melakukan apa yang aku mau.

Lalu, bagaimana Anda menjabarkan sosok Kartini masa kini? Kira-kira, sikap apa saja yang perlu dimiliki oleh sosok Kartini masa kini?

Kalau sosok Kartini yang sekarang sih barangkali mereka yang memperjuangkan kebebasan atau hak perempuan dan terus berkarya. Selain itu juga, menurut aku, kita tetap harus menghormati pemikiran, budaya, bahkan kebebasan beragama orang lain.

Sebutkan setidaknya lima kata yang bisa mendeskripsikan diri Anda.

Introvert, extrovert, hard-working, kreatif, dan nggak enakan.

Adakah pesan yang ingin disampaikan untuk pembaca majalah PEDAS, khususnya para wanita muda yang sedang gencar-gencarnya berkarir?

Jangan terlalu mendengarkan apa kata orang, maju terus dalam berkarya, percaya sama diri sendiri. Kalau hatinya bilang benar ya tetap dijalani walau banyak hambatan . Segala sesuatu yang datang dengan niat baik itu pasti ada jalannya. Selain itu, tetap baca majalah PEDAS dan nantikan album terbaru Ethereal.

***

Lokasi: Secret Garden Village

Foto oleh Oppix Borneo

 

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png