The Interview

PRILLY LATUCONSINA

prilli-5-6 prilli-7

Kemampuannya berakting semakin diakui setelah membintangi berbagai sinetron sejak tahun 2014. Sebelumnya, Prilly pernah bermain di layar lebar dan mendapatkan peran sebagai Kania kecil dalam film Honeymoon (2013) dan sebagai Neneng dalam film La Tahzan (2013). Tahun ini, ia kembali bermain dalam dua film layar lebar yaitu Surat Untukmu dan Danur.
Di antara berakting untuk layar kaca maupun layar lebar, mana yang paling menarik untuk Anda?
Sebenarnya, aku nyaman menjalani keduanya. Berakting untuk layar kaca maupun layar lebar samasama menarik. Tapi, kalau diminta benar-benar untuk pilih, mungkin aku pilih layar lebar kali ya? Berakting untuk layar lebar itu persiapannya lebih proper. Kita bisa reading dulu, pendalaman karakter dulu, jadi lebih total.

Siapa pemeran film yang menjadi panutan atau inspirasi Anda?
Yang pasti, semua senior di perfilman Indonesia mempunyai karakter dan ciri khas sendiri, jadi semuanya menginspirasi aku. But, I’m a big fan of Tio Pakusodewo. Jadi aku selalu suka dengan akting beliau dan beliau lah yang menginspirasi aku untuk selalu menjaga kualitas berakting.

Setelah didaulat menjadi salah satu pengurus PARFI 56 (Persatuan Artis Film Indonesia 1956), bagaimana perasaan Anda?
Rasanya aku sangat bersyukur dan bangga bisa dipilih untuk menjadi ketua di bidang Humas PARFI 56. Kebetulan aku juga termuda, jadi Alhamdulillah bisa mendapat kepercayaan Kak Marcella Zalianty dan semuanya
untuk ikut mengurus PARFI dan berusaha menjalankan tugas dengan baik. I’m so happy and proud. Semoga aku bisa mengemban tugas-tugas dengan baik dan ikut serta mereaslisasikan tujuan-tujuan PARFI.
Apa harapan Anda untuk industri perfilman Indonesia?
Semoga industri perfilman Indonesia semakin baik lagi dan semakin mampu meningkatkan kualitasnya sehingga bisa bersaing di kancah global.

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png