Profil

YUDI SULISTYO : MENGHARGAI ALAM LEWAT SENI

FormatFactoryIMG_0434 FormatFactoryIMG_0423 FormatFactory100_0031

 

 

Tenang, terkesan serius, namun berpembawaan santai. Itulah kesan pertama yang muncul dari Yudi Sulistyo, sosok di balik berbagai karya seni unik berbahan dasar kertas. Ketika ditemui di kediaman pribadinya di Jogja, berbagai bentuk kapal, mobil, dan struktur lainnya berjejer di sebuah pendopo tepat di depan rumahnya. Pendopo inilah yang menjadi saksi setiap hasil karya seni yang dibuat olehnya.

“Nantinya saya mau buat studio khusus untuk membuat pesawat dan kapal-kapal kertas ini,” ujarnya pada 25 Juli silam.

Keahliannya dalam mengolah media kertas ini diawali secara tak sengaja. Ketika masih bekerja di sebuah perusahaan advertising, Yudi menemukan sisa-sisa karton yang tak terpakai. Dari situ ide kreatifnya dimulai; ia pun membuat robot serta patung dari bahan tersebut. Pemilihan robot sebagai karya seni pertamanya ternyata didasari pada keinginan pribadi yang sulit tercapai.

“Dulu saya itu senang dengan mainan rakitan seperti Gundam. Tapi waktu itu saya lihat kok harganya mahal-mahal ya. Ya sudah akhirnya saya buat sendiri dari kertas,” tutur Yudi.

Ketertarikannya terhadap seni sudah ada sejak masih remaja. Ia mengenyam pendidikan di SMK Negeri 3 Kasihan Bantul, yang lebih dikenal sebagai Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). Selanjutnya, ia menjalani pendidikan kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Namun saat itu ia merasa telah salah memilih jurusan.

“Saat itu saya mengambil DKV (Desain Komunikasi Visual). Satu-satunya hal yang benar-benar saya pelajari hanyalah membuat ilustrasi,” ujarnya mengenang saat itu.

Yudi Sulistyo bisa jadi satu-satunya seniman di Indonesia yang memanfaatkan kertas dalam membuat karya seni dalam bentuk struktur utuh. Yudi belajar secara otodidak, ia akan mencari tahu bagaimana struktur asli suatu benda, baru kemudian ia buat struktur serta rangkanya, kemudian melapisinya dengan kertas karton. Tak lupa, ia akan mengecat karton tersebut sesuai warna obyek aslinya. Sejauh ini, ia berhasil mewujudkan berbagai bentuk struktur sesuai keinginannya. Namun ia mengaku masih sulit untuk membuat struktur dalam bentuk bulat utuh. Jika membuat bentuk tersebut, ia akan membuatnya separuh bulat seperti kubah.

Selama membuat karya seninya, Yudi tak selalu sendiri. Terkadang ia dibantu oleh satu-dua orang dalam proses pembuatannya. Rekannya sendiri bukanlah orang berlatar seni, melainkan hanya orang-orang biasa yang dikenal dekat olehnya. Begitu terlihat real-nya karya seni yang dihasilkannya, hingga banyak orang yang menyangka kapal serta pesawat yang dibuat adalah benda sesungguhnya. Bahkan publik sempat tak percaya bahwa bahan dasarnya hanyalah kertas karton biasa.

“Pernah waktu itu saya bawa keluar pesawat buatan saya dari mobil. Orang-orang langsung pada datang ingin membantu. Namun setelahnya mereka kaget, karena pesawatnya sangat ringan,” ungkap Yudi.

Karena keunikannya, karya seni Yudi Sulistyo telah berhasil memikat para pecinta seni kontemporer. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai pameran seni Indonesia, bahkan menjadi peserta di ajang bergengsi seperti ART|JOG, Biennale Jogja, serta BAZAAR ART Jakarta. Selain tingkat nasional, karya seni Yudi telah menjadi display di tingkat internasional. Pada tahun lalu, hasil karyanya dipamerkan di SHOUT! Indonesian Contemporary Art di Roma, Italia serta After Utopia di Singapore Art Museum. Sebelumnya, karya seni Yudi telah beberapa kali diboyong hingga London dalam rangka mengenalkan kebudayaan Indonesia pada warga di sana.

Bagi Yudi Sulistyo, kertas tidak hanya dapat melahirkan hasil karya seni yang unik. Karya seni dari kertas adalah salah satu caranya untuk menghargai hasil alam dengan sebaik-baiknya dan tidak terbuang percuma. Tentunya ini menunjukkan bahwa Yudi juga peduli terhadap isu lingkungan.

“Kertas itu sesuatu yang sederhana, namun bisa mengangkat harkat dan martabat seseorang,” ujarnya sebagai penutup.

 

Teks oleh Alexander A. Ermando

Disunting oleh Tiara Mahardika

RELATED NEWS

Top
http://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png