Featured

New Year, New Hope

ss-thailand-koy-krathong

Selamat datang tahun yang baru! Apa yang sudah Anda rencanakan untuk tahun ini? Ada banyak orang yang sudah mulai menyusun resolusi sebelum pergantian tahun. Hal ini memang selalu menjadi topik hangat setiap awal tahun. Ada beberapa hal yang menjadi highlight, termasuk perubahan penampilan maupun peningkatan kualitas hidup dalam berbagai hal.

Anda tentu sudah memiliki harapan-harapan khusus untuk tahun ini. Ada berbagi hal yang bisa dilakukan untuk mencapainya, menjadikannya selangkah lebih dekat. Salah satunya dengan tetap menanamkan sikap konsisten dan tidak mudah menyerah.

Hmm, jadi dari mana Anda harus memulai?

Anda harus bisa merumuskan harapan. Tulis harapan-harapan Anda dalam sebuah buku. Anda dapat menulis apa saja, biarkan tinta pena Anda menguraikan daftar harapan dan memenuhi buku catatan Anda. Selanjutnya, pilah harapan yang telah dibuat, kerucutkan lagi dalam beberapa kategori. Anda dapat membedakannya sendiri menjadi dua yaitu harapan yang mungkin terwujud dalam waktu dekat atau harapan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk diwujudkan. Waktu dekat bisa diartikan sebagai ‘dalam satu tahun ke depan’. Jika sudah demikian, Anda akan tahu batasan dan mengerti perbedaan antara harapan dan target.

Target-target inilah yang harus Anda kejar. Target jelas memerlukan tenggat waktu. Ini membentuk pribadi yang lebih disiplin dan sigap dalam menentukan langkah selanjutnya.

***

Berbeda dengan harapan. Kadang harapan dirumuskan menjadi sebuah hal yang lebih general misalnya saja ingin keadaan keuangan yang lebih stabil, menjadi orang yang lebih baik, dan lain sebagainya. Banyak orang yang memiliki harapan besar untuk kebaikan diri di tahun yang baru. Setelah sejenak menengok ke belakang, tentu setiap orang ingin memperbaiki diri.

Harapan untuk kebaikan diri sendiri, sebaiknya juga dibarengi dengan harapan untuk kebaikan orang lain maupun lingkungan sekitar. Beragam hal dapat dilakukan untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Berbagi merupakan salah satu hal yang harus masuk daftar.

Anda ingin kondisi keuangan yang lebih stabil? Tentu Anda harus mengatur keuangan dengan baik. Dalam buku “Financial Revolution in Action”, Tung Desem Waringin menjelaskan bahwa setidaknya kita harus membagi dengan jelas pendapatan kita setiap bulan sesuai dengan posnya. Setidaknya ada enam pos seperti sepuluh persen untuk amal, sepuluh persen untuk investasi, sepuluh persen untuk cadangan, sepuluh persen untuk pendidikan, sepuluh persen untuk bersenang-senang, dan sisanya untuk biaya hidup.

Perlu digarisbawahi adalah pos amal dan pos investasi. Tentu saja keduanya sama-sama penting dan saling terkait. Lalu, di mana letak benang merah antara beramal dan berinvestasi? Tanpa disadari, beramal atau berbagi merupakan sebuah investasi untuk diri sendiri. Dengan berbagi, kita melatih diri untuk menjadi sosok yang lebih empati dan peduli. Melihat bahwa tidak semua orang seberuntung kita membuat kita menjadi pribadi yang lebih bisa bersyukur atas apa yang telah kita miliki sekarang. Kita menjadi pribadi yang tidak mudah mengeluh.

Dampak dari berbagi merupakan perubahan sikap dan peningkatan kualitas hidup kita menjadi lebih baik. Jika kita sudah mengetahui ritme yang tepat untuk menjalani hidup dengan baik, maka produktivitas kita akan meningkat.

Ada beragam cara untuk berbagi. Dari menjadi donatur untuk yayasan yang membantu orang yang membutuhkan, maupun secara langsung menyumbangkan berbagi keperluan yang sekiranya penting dan dibutuhkan. Berbagi tidak berarti memberikan sumbangan dalam bentuk uang atau barang saja, menyumbangkan waktu, pikiran, dan tenaga juga salah satu cara berbagi. Menjadi suka relawan untuk berbagi acara sosial bisa menjadi opsi. Diri sendiri membangun harapan untuk menjadi atau berbuat baik, sementara orang lain merasakan kebaikan dan merasa menemukan harapan baru dari kepedulian yang kita miliki.

Pada akhirnya, tahun yang baru merupakan waktu yang tepat untuk menumbuhkan harapan-harapan baru dalam banyak hal. Ibaratnya sebagai seorang ‘tukang kebun’ yang baik, bibit harapan yang telah ditanam sebaiknya juga dirawat, dipelihara, dan diberi pupuk agar nantinya tumbuh berkembang dan membuahkan hasil yang diinginkan.

So, keep spreading and planting the new hope!

 

 

RELATED NEWS

Top
https://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png