[photospace horizontal_thumb=true num_thumb=4]
Featured

Social Media Phenomenon

Schermafbeelding 2016-05-04 om 14.13.16Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tidak dipungkiri lagi jika semakin banyak orang mengenal dan menggunakan media sosial untuk terhubung dengan orang lain. Beragam sosial media dimanfaatkan oleh masyarakat, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, Path, Snapchat, dan masih banyak lagi. Terlepas dari fungsi utamanya untuk saling menghubungkan, setiap media sosial ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tergantung pada penggunanya untuk memilih media sosial mana yang lebih pas untuk diri mereka.

Media sosial membuat seseorang menjadi ‘mobile’. Menggunakan media sosial berati Anda bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain dengan bantuan media. Yang dimaksud dengan ‘berinteraksi’ melalui media sosial ini beragam bentuknya, mulai dari menunjukkan respek berupa komentar atau like terhadap postingan mereka hingga menjalin komunikasi privat dengan mereka.

Saat Anda menjadi pengguna media sosial, secara otomatis Anda juga berpartisipasi di dalamnya. Anda menjadi sumber berita atau bagian dari mereka yang menyebarkan berita. Tentu saja hal ini memungkinkan, menu ‘share’ hampir selalu ada di setiap media sosial. Media sosial memperluas peluang kebebasan berekspresi dan berpendapat. Setiap orang dapat memanfaatkannya, dan setiap postingan dapat dinilai langsung oleh orang-orang yang mengikuti atau follow akun media sosialnya. Entah itu mengecewakan atau menginspirasi, semuanya tergantung dari kualitas setiap postingan penggunanya bagi para follower atau audiensnya sendiri.

Menggunakan media sosial dapat dianalogikan seperti menghadiri sebuah pesta. Anda harus memoles diri menjadi yang hampir sempurna jika ingin menarik dan populer, mendapat perhatian teman baru, atau dipandang tinggi. Terdengar cukup melelahkan? Ya, media sosial secara tidak langsung dapat mengubah pribadi seseorang, disadari atau tidak. Beruntungnya, beberapa dari kita cukup cerdas, santun, dan tahu bagaimana berinteraksi menggunakan media sosial dengan tepat.

***

Media sosial ini bersifat langsung, instan, dan praktis. Segala informasi dapat langsung dibagikan dengan cepat bahkan menjadi viral dalam waktu singkat. Jika ditelaah, keunggulan media sosial yang satu ini bisa menjadi senjata yang berbahaya bahkan bumerang bagi penggunanya. Masih belum ada batasan yang jelas dalam menggunakan media sosial. Kadang, media sosial disalahgunakan juga oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk memulai tindak penipuan, provokasi, atau lebih buruk lagi. Kini, semakin hari banyak orang yang sadar bahwa penggunaan media sosial juga harus diatur sesuai undang-undang yang berlaku agar tidak merugikan banyak pihak.

Fenomena yang marak terjadi di media sosial adalah kerapnya bullying maupun provokasi yang dilakukan oleh akun tertentu. Hal ini lebih sering ditemukan pada kolom komentar akun media sosial para publik figur baik yang berprofesi sebagai selebritis hingga pejabat pemerintah. Entah apa yang salah, mental para pengguna media sosial atau pribadi akun media sosial yang mendapatkan banyak komentar negatif tersebut, yang jelas fenomena ini masih terus ditemukan. Para pemberi komentar buruk ini kemudian dikualifikasikan sebagai ‘haters’. Mereka menghujat, mencari dan menampilkan kesalahan atau kekurangan sosok tertentu, membalikkan fakta, dan memberi komentar tidak pada porsinya. Para haters ini paling mudah ditemukan di antara komentar-komentar akun publik figur dalam media sosial Instagram. Setelah ditelusur, bahkan ada akun khusus yang memposting keburukan atau kekurangan akun publik figur yang tidak disukai mereka. Saking keterlaluannya komentar yang dilontarkan para haters ini, beberapa akun sengaja mengaktifkan mode privat atau langsung memblokir akun para haters yang jelas merupakan kumpulan orang-orang yang mudah diprovokasi dan mencela.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem ‘bersosialisasi’ melalui media sosial ini? Dengan adanya kebebasan berpendapat, setiap orang juga harus menyadari batasan dari kebebasan tersebut. Dalam artian, setiap hal yang dilakukan harus sejalan dengan norma, tata krama, dan aturan yang ada. Jangan sampai menjadi orang yang dituntut baik secara norma atau pidana setelah komentar asal-asalan yang dilontarkan ke akun tertentu di salah satu media sosial. Jangan menelan komentar mentah-mentah dan mudah terprovokasi. Bijak dalam menggunakan media sosial merupakan tuntutan terhadap diri sendiri yang harus dijalankan agar untuk memulai keselarasan di sekeliling kita.

Jika kita sendiri menghadapi hujatan para haters, apa yang harus dilakukan? Anyway, haters are gonna hate. Apapun yang kita lakukan pasti ada saja orang yang tidak suka dan memberikan komentar buruk. Sebaiknya tidak perlu terlalu memusingkan komentar negatif dari orang lain, terutama dari media sosial. Jadikan komentar tersebut sebagai bahan untuk introspeksi diri dan dasar untuk selalu mawas diri. Ada banyak hal baik lain yang dapat dilakukan melalui media sosial, dari membangun pertemanan, menemukan peluang bisnis, mendapatkan informasi atau pengetahuan yang bermanfaat, dan masih banyak lagi.

RELATED NEWS

Top
https://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png