Featured

THE FUTURE OF OUR FOOD

747284_original 488903123 bre BvOF-2014_0826_EXcrop-Chloe-Rutzerveld1-Recovered Edible-prototype-Copy FOOD-IN-PILL-iStock_000019722040_Medium heart_shape_watermelon_growing_on_heart_shape_mold img_40501 jellyfishrender racing-extinction-dvd_1000 square-watermelons supplements-dont-work-hp-orig Turtlespace__PTI___2708907f

Perkembangan produksi makanan yang ada sekarang telah membuktikan bahwa adanya perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Semakin banyak varian makanan yang ada, diciptakan dari kreasi para juru masak di balik ‘ruang kerja’ mereka. Ya, dapur memang menjadi salah satu komponen penting hadirnya varian baru makanan setiap harinya. Meskipun sebenarnya tentu lebih dari sekedar tempat favorit para juru masak tersebut, sebut saja perkebunan di mana berbagai jenis tanaman penghasil bahan makanan tumbuh dan disemai.

History of Food

Sebelum membahas mengenai masa depan makanan kita, mari tengok kembali sejarah perkembangan makanan yang ada di dunia. Dari catatan para arkeolog, madu merupakan salah satu bahan makanan yang telah dikenal ribuan tahun silam, bahkan pada masa sebelum masehi. Tercatat, terdapat penemuan artefak yang mendukung pernyataan ini. Artefak tertua, diperkirakan berusia 7000 tahun sebelum masehi, merupakan gambar yang ditemukan di gua Afrika dan Spanyol berupa gambar manusia mengumpulkan madu dari retakan batu dan pohon serta gambar lebah mengitari kepala manusia. Sebuah dokumen Mesir kuno, ditulis di atas papyrus yang diperkirakan berusia 2600-2200 tahun sebelum masehi, menyatakan bahwa madu tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan tetapi juga bahan utama penyembuh luka.

Hal-hal tidak terduga tersebut hanya sedikit dari sejarah perkembangan bahan makanan di dunia. Contoh lainnya merupakan perkembangan roti dan kue yang dulunya hanya diolah menggunakan bahan tepung gandum, kini dapat diolah pula dengan menggunakan bahan lain seperti maizena, terigu, bahkan ditambah dengan pengembang dan lain sebagainya. Industri roti di Prancis yang terus berkembang pasca Revolusi Prancis merupakan salah satu yang dapat ditelusur untuk mengetahui lebih banyak mengenai perkembangan roti dan kue di dunia.

Hungry for Change

Munculnya sistem makanan modern sekitar pergantian abad ke-20 berdampak besar terhadap berbagai bidang, dari sistem pertanian hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Sebelummya, kebanyakan orang menetap di daerah pedesaan dan bekerja memproduksi bahan pangan. Para petani menghasilkan makanan yang kita konsumsi. Dengan kemajuan ilmiah dan rekayasa di bidang pertanian dan peternakan, produksi bahan pangan yang lebih efisien meskipun jumlah petani maupun peternak terbatas. Secara tidak langsung, hal ini sebenarnya berimbas pada ketidakseimbangan produsen atau penggarap lahan pertanian dibandingkan dengan jumlah makanan yang nantinya perlu kita konsumsi setiap tahunnya. Meskipun sebenarnya, sistem ini jauh lebih kompleks dari sekedar memproduksi bahan makanan.

Kini, perkembangan budidaya tanaman penghasil sumber makanan di beberapa negara maju seperti Jepang sangat pesat, bahkan bisa dikatakan tidak masuk akal. Banyak temuan unik di luar nalar. Dari pembibitan melon dan semangka dengan berbagai bentuk hingga kini yang terbaru dan menjadi viral adalah penetasan ayam di luar cangkangnya yang telah dikerjakan oleh sekelompok murid dari salah satu sekolah menengah atas di Jepang. Segala ujicoba terkait budidaya bahan makanan ini ditujukan untuk mendapat alternatif bahan makanan yang lebih bervariasi, sehat, dan terjamin mutu gizinya.

***

Tentu kita sudah menyadari bahwa dengan perkembangan industri, semakin besar pula kans terbuangnya limbah industri yang tidak tertangani dengan baik dan dapat merusak lingkungan. Seperti rantai makanan, perkembangan ini juga berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan. Sementara kesadaran masyarakat akan mengonsumsi makanan sehat terus digalakkan, maka kebutuhan untuk mendapat bahan makanan yang lebih baik terus naik. Memang, masyarakat ‘lapar’ akan perubahan. Banyak yang mendambakan gaya hidup sehat dan ketersediaan bahan makanan sehat untuk tubuh yang budidaya dan pengolahannya juga ramah lingkungan. Standar yang terus dinaikkan ini tentu harus dibarengi dengan aksi nyata dari sebagian besar masyarakat di dunia untuk mengonsumsi makanan sehat, baik, layak, dan ramah lingkungan.

Tanpa disadari, banyak bahan makanan yang tidak ramah lingkungan. Contohnya saja, sirip ikan hiu atau daging penyu yang masih berada dalam daftar komoditi yang diperjualbelikan di pasaran. Meskipun sudah ada beberapa negara yang mengeluarkan undang-undang larangan untuk mengonsumsi bahan makan ini, tetapi masih ada saja yang curi-curi yang menjualnya secara ilegal. Tentu saja, logika paling sederhana adalah nelayan tidak akan mencari stok kedua komoditi tersebut jika tidak ada permintaan. Permintaan tidak akan ada jika tidak ada konsumen. Masalah utamanya adalah, hingga kini ternyata masih banyak konsumen hidangan dari kedua bahan makanan tersebut. Salah satu film yang dapat membuka mata kita lebih lebar mengenai hal ini adalah sebuah film dokumenter berjudul Racing Extinction yang dipublikasikan pada tahun 2015. Film tersebut menjabarkan betapa parahnya perdagangan satwa dilindungi untuk stok bahan makanan manusia. Salah satu slogan yang dipampang dalam film berbunyi, “Eat better, save animals”.

The Future of Our Food

Apa saja yang dapat mempengaruhi sistem makanan kita? Tentu saja pertumbuhan populasi, urbanisasi, globalisasi sistem pangan, teknologi, bahkan perubahan sikap dan pola konsumsi manusia yang terus berubah. Sebuah tantangan tersendiri bagi populasi manusia yang ada untuk terus mengupayakan ketersediaan bahan pangan di dunia yang nantinya akan lebih maju dan kompleks. Tugas kita sekarang, sebelum bahan makanan digantikan oleh pil suplemen yang sudah kerap disuguhkan di film-film Sci-fi garapan Hollywood, adalah untuk menciptakan sedikit perubahan yang lebih baik planet kita dalam berbagai aspek. Tentu saja, kita bisa mulai dengan memilih makanan sehat dan ramah lingkungan.

Atau, barangkali Anda memiliki ada ide lain untuk mulai menciptakan sedikit perubahan untuk masa depan sistem makanan kita?

 

Teks ditulis dan disunting oleh Tiara Mahardika

 

RELATED NEWS

Top
https://www.infopedas.com/wp-content/uploads/2021/09/logo-pedas.png